TANYA JAWAB ISTIHADLAH FIL HAID 12 MEI 2020

4. RAHMATUL HIKMAH (Riau)

Pertanyaan:

Jika keluar darah rutin setiap bulannya lebih dari waktu maksimal haid, apakah itu perlu diperhatikan darah kuat dan lemahnya? Sehingga tidak semua dihukumi haid. Lalu bagaimana cara untuk mengetahui membedakannya, Ning?

Suwun.

Jawaban:

Iya mbak sangat perlu sekali, karena njenengan sedang mengalami istihadlah.

Cukup dilihat dari warna darah yang dikeluarkan. Hitamkah? Merahkah? Coklatkah? Dan lain-lain.

Perhatikan juga berapa lama darah itu keluar.

 

17. IKA RATNASARI (Pati – Jateng)

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum, ngapunten menawi nderek pirso.

Kulo sampun haid normal 7 hari dan sudah sucinan. Lah setelah suci, hari 7 keluar flek coklat-coklat sampai hari ke 16.

Pertanyaannya apakah flek kecoklatan niku darah istihadlah atau kepripun?

Dan keluarnya flek yang hari ke 16 itu apakah dihukumi haid?

Matursuwun.

Jawaban:

Wa’alaikumsalam.

Mbak mengalami istihadlah yang terputus-putus, silakan japri admin atau owner mengenai hukumnya lebih lanjut.


Rumusan Pembahasan Haid No. 17

Tidak Langsung Mandi Saat Suci


Tanya:

Wanita yang adat haidnya putus-putus, apakah saat darahnya berhenti boleh tidak langsung mandi? Dan kalau boleh sampai kapan dia boleh menunggu?

Jawab:

Dalam masalah ini ulama khilaf. Yang mu'tamad setiap darah bersih wajib langsung mandi dan shalat, tanpa menunggu apakah darah tersebut akan kembali lagi atau tidak.

Menurut Imam Rafi’i jika adat haidnya putus-putus, maka saat berhenti wajib menunggu sampai masa adatnya.

 

Rujukan:

Al-Ibanah wal Ifadlah, hal. 31-32

Al-Majmu’ Syarah Muhadzab, Juz 1/540

هذا حكم الشهر الأول فإذا جاء الشهر الثاني فرأت اليوم الأول وليلته دما ، والثاني وليلته نقاء ، ففيه طريقان حكاهما إمام الحرمين وغيره :

Ini (berlaku suci setiap bersih. Berlaku haid setiap keluar) hukum pada bulan pertama.

Untuk bulan kedua jika melihat sehari darah, sehari bersih maka ada dua pendapat yang keduanya diriwayatkan oleh Imam Haramain dll:

(أحدهما) وبه قطع الشيخ أبو حامد وابن الصباغ وغيرهما من العراقيين والشيخ أبو زيد وغيره من الخراسانيين أن حكم الشهر الثاني والثالث والرابع وما بعدها أبدا كالشهر الأول فتغتسل عند كل نقاء وتفعل العبادات ويطؤها الزوج.

(Pendapat pertama) Bulan kedua, ketiga, keempat dan seterusnya sama dengan bulan pertama yakni mandi setiap bersih dan melaksanakan ibadah dan dikumpuli suaminya.

(والطريق الثاني) البناء على ثبوت العادة بمرة أو بمرتين فإن أثبتناها بمرة فقد علمنا التقطع بالشهر الأول فلا تغتسل ولا تصلي ولا تصوم إذا قلنا بالسحب وإن لم نثبتها بمرة اغتسلت وفعلت العبادات كالشهر الأول ، فعلى هذا الطريق تثبت عادة التقطع في الشهر الثالث بالعادة المتكررة في الشهرين السابقين ، وكذا حكم الرابع فما بعده فلا تغتسل في النقاء ولا تفعل العبادات ولا توطأ إذا قلنا : بالسحب وهذا الطريق هو الأصح عند الرافعي وبه قطع صاحب الحاوي

(Pendapat kedua) Dengan anggapan satu kali itu sudah adat, maka jelaslah sebagaimana bulan pertama yang putus-putus, maka pada saat ini tidak perlu mandi, tidak puasa dan tidak shalat jika mengikuti qaul sahbi dan seterusnya.

 

Al-Majmu Syarah Muhadzab, Juz 1/540

 

27. TRI (Kebumen)

Pertanyaan:

Haid selama 7 hari, lalu suci selama 4 hari. Tapi setalah itu darah keluar lagi selama 7 hari.

Apakah darah yang keluar setelah berhenti 4 hari dihukumi istihadlah atau bagaimana?

Jawaban:

Kasus di atas tergolong istihadlah yang terputus-putus, sehingga penghukumannya dikembalikan pada bab istihadlah (dihukumi sesuai dengan kategorinya, misal: sudah punya adat haid dan suci, maka haidnya disesuaikan adat haid dan istihadlah disesuaikan adat suci).

InsyaAllah akan diterangkan pada babnya

Bisa japri admin atau owner untuk keterangan lebih lanjut.


Postingan asli di channel Telegram tanggal 12 Mei 2020

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.